KIBAR Motori Gerakan Anti Rasisme

Maraknya aksi pemuda dan mahasiswa yang mewarnai panggung demokrasi di Barru menjadi sorotan media.

Kesatuan Aktivis Barru (KIBAR) adalah salah satu penggerak massa yang kemarin mengusung tema “Aksi Damai Kecam Issue Rasisme serta Issu Lokal Dukungan Mahasiswa pada Pemerintah Daerah dalam Menyambut Pindahnya Ibu kota Negara”.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung Senin,(2/9/2019) tepat di Tugu Payung pusat kota Barru, dengan beberapa elemen Mahasiswa dan Pemuda yang mengusung dua issue pokok.

Merebaknya Issu Rasisme dan Potensi Disintegrasi Bangsa karena rendahnya Moralitas serta mengantisipasi perpindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur hubungan nya dengan persiapan Barru sebagai Daerah Penyangga Ibu kota Baru.

Dalam seruannya, beberapa rekomendasi dan tuntutan menjadi catatan penting untuk dapat ditelaah.

Anti Rasisme, Penghormatan pada Briptu Hedar, dan Seruan kembali mengingat Pancasila dasar negara khususnya Persatuan Indonesia yang kemudian dikaitkan dengan keberadaan Barru saat ini.

Demikian pula upaya untuk mempersiapkan SDM dalam Daerah melalui skema kebijakan serta himbauan ke masyarakat luas untuk menjaga kondusifitas wilayah melalui filterisasi pemberitaan hoaks, akun palsu, atau berita negatif untuk menjaga citra positif sebagai Daerah tujuan investasi.

“Kesejahteraan Rakyat Barru adalah fokus kami dengan berupaya melakukan kajian berimbang dan objektif melihat prospek issue Lokal dan Issue Nasional,”pungkas Fahrul Islam Dahlan selaku Ketua Umum Kesatuan Aktifis Barru.

“Menggunakan metodologi perbandingan idepolsushankam dan riset kompleks mengenai Ke-Barru-an maka semua elemen Organisasi dan Masyarakat dapat mencapai tujuan kesejahteraan bersama bila stabilitas politik dan pemahaman kondisi terkini dapat tersampaikan secara bijaksana” imbuhnya kemudian.

Aksi yang menamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Barru ini terhimpun dari segenap aktivis HMI Cabang Barru dan PMII Cabang Barru, yang berkumpul di tugu Payung dan bergerak ke Kantor Daerah selama hampir tiga jam Aksi.

Dalam orasinya, Fahrul menyatakan bahwa kesejahteraan masyarakat akan dapat diakselerasi jika stabilitas politik dan pemahaman masyarakat mendukung percepatan pembangunan. (rls)

Comment