Ruhut : Prabowo Menangis Artinya Kalah di Pilpres

Sumber foto : detiknews

SULSELTERKINI.co.id, Makassar – Siapa yang tak kenal dengan Ruhut Sitompul. Pria yang identik dengan logat Batak-nya ini kerap mengundang sensasi sejak terjun ke dunia perpolitikan Tanah Air. Mantan kader Partai Demokrat yang kini bergabung di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ini, kembali mengumbar sensasi di jagad Maya Twitter.

Bang Poltak julukan Ruhut Sitompul mengomentari pertemuan antara Ustadz Abdul Somad dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Menurutnya, moment ketika Prabowo meneteskan air mata itu bukan karena UAS mendukung atau mendoakan Prabowo untuk memimpin Indonesia lima tahun kedepan.

Ruhut mengatakan jika Prabowo menangis karena sudah mengetahui dirinya akan kalah di hari pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.

“Prabowo nangis karena sesungguhnya sudah tahu. Yang artinya 17 April 2019 Prabowo KALAH jadi tidak akan mengundang ke Istana dan memberi jabatan (UAS),” Sebut Ruhut di akun Twitter miliknya @ruhutsitompul. Jum’at, 12 April 2019. “Karena enggak jadi Presiden MERDEKA,” lanjutnya enam jam yang lalu.

Foto : Screenshot akun milik @ruhutsitompul

Bagi Ruhut Sitompul, sikap yang ditunjukkan Ustadz Abdul Somad ke Prabowo Subianto patut mendapat apresiasi tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menilai bahwa sikap UAS tersebut adalah cerminan seorang ulama yang peduli terhadap sosok Prabowo Subianto.

“Ustadz UAS memang harus kita acungi (emoticon bergambar jempol) dengan tegas mengatakan ke Prabowo jangan undang ke Istana dan jangan beri saya (UAS) jabatan,” nyinyir-nya di Twitter.

Dari cuitannya ini, warga net pun menimbulkan pro dan kontra pada laman komentar akun miliknya @ruhutsitompul. Kata netizen, jika Ruhut Sitompul salah menginterpresentasikan moment pertemuan UAS dan Prabowo yang disiarkan langsung oleh TVOne beberapa waktu lalu.

Salah satu yang mengomentari akun Twitter @ruhutsitompul adalah seorang ahli ekonomi Kwik Kian Gie yang juga seorang politikus Indonesia keturunan Tionghoa. Kata Kwik melalui akun Twitternya @KwikGianGie_, bahwa pola pikir Ruhut Sitompul belum bisa merubah sejak dahulu hingga sekarang.

Sebab menurut Kwik, sikap mantan politikus Partai Demokrat tersebut tak pernah  merubah pola pikirnya sebagai seorang intelektual. Ruhut kerap kontra terhadap seseorang yang tidak sejalan dengan arah pemikirannya.

“Ah Poltak masih saja I**ot,” kata Kwik sembari menertawakan Ruhut.

Foto : Screenshot akun Twitter milik @KwikGianGie_

Lebih jelas Kwik Gian Gie, jika  tindakan seorang alim ulama seharusnya seperti yang dilakukan oleh UAS ke Prabowo Subianto. Karena hal tersebut layak disebut sebagai penceramah.

“Ustadz seharusnya seperti itu. Bukan digenjot untuk kampanye ngejar jabatan jalan curang,” cibirnya.

Saat ini Kwik Gian Gie sering meramaikan jagad Maya di media sosial Twitter. Kwik juga terlihat rajin menyinggung dan menentang kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Presiden Jokowi selama ini.

Selain itu, Kwik menunjukkan sikap tidak keberpihakannya pada gaya politik Jokowi-Ma’ruf Amin dalam mengikuti kontestasi Pilpres 2019.

Diera Presiden RI ketiga BJ. Habibie Kwik menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus sebagai Ketua Bappenas.

Comment